Kapolda Sultra: Tindak Tegas Calo Penumpang

Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Agung Sabar Santoso menegaskan oknum yang berpraktik sebagai calo tiket untuk penumpang mudik Lebaran harus ditindak tegas karena meresahkan masyarakat.
“Pemudik diimbau membeli tiket pada loket resmi perusahaan jasa transportasi. Aparat terkait harus peka menindak oknum yang berpraktik sebagai calo tiket karena meresahkan pemudik,” kata Kapolda Agung Santoso di Kendari, Kamis.
Tarif tiket kapal cepat Kendari tujuan Raha (Kabupaten Muna) Rp130.000 dan Kendari – Kota Bau Bau Rp185.000 per penumpang.
Sejumlah pos pengamanan Operasi Ramadniya Sultra 2016, yakni Lippo Plaza, Mall Mandonga, Plaza Inn dan pos pengamanan Pelabuhan Nusantara Kendari.
Personil TNI, unsur Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas dan Fitri yang dimulai H-7 sampai H+7 dengan sandi “Operasi Ramadniya”.
Sasaran operasi adalah orang, benda, rumah yang ditinggal mudik dan benda bergerak lainnya. 
Tempat operasi Ramadniya meliputi sepanjang jalur jalan mudik, tempat penyeberangan –dermaga–, bandara, terminal dan pasar modern/tradisional. “Kegiatan tempat ibadah, penyaluran zakat, tempat rekreasi dan mudik pulang pergi tidak luput dari target operasi Ramadniya,” kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto.
Kapolda Sultra, kata Sunarto, berharap agar personel dan instansi terkait yang ditugaskan agar tetap bertanggungjawab, humanis dan santun terhadap masyarakat.

Tinggalkan Komentar