Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tindakan kriminalitas pada saat menjelang idulfitri tahun 2016, Kepolisian Resort (Polres) Kota Kendari menurunkan 200 personel untuk berjaga-jaga di lokasi yang dianggap rawan langgar atau macet.
“Kami dari Polres menurunkan sekitar 200 personil, ditambah dengan pihak lain seperti TNI, Dishub, serta Polda Sultra,” kata Kepala Kepolisian Resort (Polres) Kota Kendari, AKBP Sigit Hryadi, Rabu (29/6).
Dijelaskannya, untuk di Kota Kendari diperkirakan ada sekitar 7 lokasi rawan langgar atau macet, secara umum didominasi oleh pusat perbelanjaan, seperti depan Moll Lipo Plaza, Moll Mandonga, Matahari Plaza, Pasar sentral Bypass, Jalan M Yamin di Kecamatan Puuwatu, Pelabuhan Nusantara Kendari, dan di Jalan Bunggasi Kecamatan Poasia, serta wilayah pelabuhan laut.
“Ketujuh lokasi ini akan dididrikan Pos Pengamanan (PosPam)yang akan dijaga oleh kepolisian, TNI, Dishub, Dinkes dan lain-lainnya,” tuturnya.
Selain itu, turut menjadi pusat pengamanan pada idul ftri nanti adalah tempat permandian seperti di Pantai Nambo, Batu Gong, dan Pantai Toronipa. ” Untuk diwilayah permandian kita sudah koordinasikan pada polsek masing-masing,” katanya lagi.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kendari, agar berhati -hati pada saat mudik maupun perayaan idul fitri nanti, tetap menjaga situasi Kamtibmas. Masih kata dia, yang mau mudik terlebih dahulu memeriksa kelengkapan kendaraannya dengan baik.
“Yang mau mudik agar waspada dijalan, hati-hati dan sek semua kelengkapan kendaraan, jangan juga membawa benda-benda tajam. Titipkan kendaraan ditempat aman atau di polsek-polsek terdekat. waspada terhadap pencurian,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kota Kendari, Drs Ir H Sjarif Sajang MSi, mengatakan jika pihaknya lebih khusus melaksanakan pengawasan di terminal-terminal, untuk menertibakan kendaraan yang tidak layak saat mudik.
“Kami tidak izinkan jika ada transportasi yang tidak memenuhi syarat karena membahayakan bagi pengguna kendaraan dan pada kamis kita akan lakukan lagi pemeriksaan secara bersama-sama,” terangnya.
Menurut Sjarif, sampai dengan saat ini belum ada pengalihan arus diwalayah yang dianggap rawan macet. Akan tetapi, diwailayah baruga diperkiarakan arus sedikit terganggu sebagai akibat pembangunan pasar.
Dia menerangkan, jika hingga kini belum ada pengalihan arus kerena masih aman dan tertib.
“Wilayah mal mandonga sekarang masih aman dan tertib. Hanya baruga yang bisa saja rawan karena ada pembangunan pasar, tapi kita sudah koordinasikan dengan Kapolsek Ranometo,” tutup Sjarif.